Rabu, 09 Mei 2012

Namanya Oby

Sudah sebulan ini tempat nongkrong ku adalah Rektorat UNHAS,itu semua dikarenakan aku punya notebook baru yang aku beli dari uang tabunganku sendiri,tabungan itu bukan dari kiriman uang dari orang tuaku yang ada di Batam, padahal bisa di bilang uang kiriman yang di kirim sudah terlalu melebihi kebutuhanku tapi tabungan itu adalah uang hasil kerjaku sebagai seorang pengajar di sebuah tempat kursus khusus komputer.
Dulunya sich aku lebih suka nongkrong di cafĂ© baca atau ga’ di pantai bareng teman-teman kampusku tapi sekarang banting setir,Rektorat UNHAS lebih menyenangkan,bukan kerena tempatnya lebih menyenangkan dari pada pantai Losari
                Tapi di Rektorat UNHAS aku bisa internetan gratis sepuasku,terus bisa liat-liat cewek yang juga ikut menggunakan wairless UNHAS,mereka cantik-cantik dan juga ramah,mungkin keramahan mereka padaku karena wajahku yang tampan,bukan aku yang ngomong sich…….
                Tempat biasa yang aku jadikan tempat nongkrong adalah bangku di dekat tempat parkir di depan rektorat,tempatnya nyaman,sejuk karena banyak pohon-pohon disekitar tempat tersebut.
                Biasanya aku jam 5 sore sudah duduk disana sambil asyik Browsing dan mendownload lagu dan film juga software-software yang aku butuhkan,biasanya sendirian aja tapi sekarang aku ga sendirian,disampingku ada seorang cewek yang juga asyik dengan notebooknya,aku ga memperhatikannya dia sedang apa karena akujuga sedang asyik mendowload film baru.
                Aku fikir akan hanya sekali aku bertemu dengannya,hanya hari itu saja tapi aku bertemu kedua kalinya di tempat yang sama,dia datang lebih dulu,dia duduk di bangku itu dengan headphone di telinganya,mungkin dia sedang asyik mendengarkan musik
                Hari berikutnya aku pun bertemu lagi dengannya,seperti hari yang lalu dia lebih duluan datang,terhitung sudah tiga kali aku bertemu dengannya tapi aku ga tau namannya bahkan belum pernah berbicara dengannya,saat kuperhatikan ternyata dia ga internetan tapi dia lagi maen game Onet.
                Hari berikutnya pun seperti itu,dia hanya maen game Onet,padahal kalau cuman maen game ga perlu jauh-jauh ke UNHAS di rumah sambil tidur-tiduran lebih asyik,sambil menunggu hasil donwloadku,aku sejenak memperhatikannya,dia cewek yang punya rambut panjang ikal lembut berwarna kemerahan,mungkin habis di cat,kulit wajahnya begitu bersih,bulu matanya lentik dan panjang,hidungnya kecil imut tapi mancung kesannya hidungnya lucu,bibirnya tipis dan kemerahan dagunya pun bagus,kulitnya pun putih
                Saat tengah memperhatikannya aku sedikit terkejut melihat darah keluar dari hidungnya dan menetes ke atas notebooknya dia kelihatan nyantai aja melihat darah tersebut,dia mengelap hidungnya dengan tangannya,membuat tangannya yang kecil penuh dengan darah.
                “pakai ini”ujarku menawarkan scraff hitam yang  aku bawa,dia menoleh dan menatapku dengan matanya yang dalam dan terlihat sendu “jangan di biarin darahnya keluar terus” ujarku saat dia hanya diam menatapku,dia pun mengambil scraff dari tanganku dan mengelap darah yang keluar dari hidungnya
                “makasih..besok aku kembalikan”ujarnya sambil memasukkan notebooknya ke dalam tas ranselnya,setelah itu dia pergi padahal biasanya dia pulang sebelum azan magrib berkumandang.
                Seperti yang diucapkannya,keesokan harinya dia datang mengembalikan scraff ku  “makasih “ ujarnya
                “iya” ujarku memperhatikannya dia keliahatan aga pucat dari biasanya dia ga membawa tas ransel seperti biasanya cek percek ternyata dia datang cuman mau mengembalikan scraffku setelah itu dia pergi  tanpa mengatakan apa-apa hanya kata “terimakasih “ aja….

                ……………………………………..

                Sudah dua hari berlalu dia ga pernah datang lagi ke rektorat,mungkin karena sudah beberapakali bertemu dengannya dan duduk berjam-jam dengannya di bangku yang sama perasaanku sedikit bertanya dia kemana? Kenapa sudah dua hari ini dia ga datang?
                Aku fikir dia ga aka pernah datang lagi tapi ternyata Ga’,jam 4 sore menjelang  menjelang malam minggu dia sudah lebih dulu di bangku itu,duduk santai dengan notebooknya.
                Dia hanya menatapku saja saat aku datang dan duduk disampingnya,aku juga ga punya keberanian menyapanya,saat memperhatikannya aku melihat hal yang sama lagi,ada darah yang keluar dari hidungnya
                Aku cepat-cepat mengambil scraffku dan mengulurkan kepadanya tapi dia menggeleng “tenang aku uda bawa ini”ujarnya sambil memperhatikan kotak tisue yang diambil dari dalam tas ranselnya,dan dia segera menyeka darah dengan tisuenya
                “kamu sakit?” tanyaku memberanikan diri bertanya padanya dia menoleh dan menatapku lalu tersenyum “kata dokter aku menderita leukimia stadium 4 “ujarnya sambil membuang pandangannya ke pohon-pohon yang daunnya di gugurkan oleh angin-angin yang bertiup lembut,leukimia stadium 4,itu penyakit kanker darah “kenapa? Ga percaya…..”ujarnya saat aku hanya terdiam mendengar kata-katanya
                “sejak kapan?”tanyaku
                “sudah lama tapi aku baru tau sebulan yang laiu………percaya ga’ dokter yang memeriksaku bilang kalau umurku cuman tinggal beberapa bulan saja,akh…….padahal kan masih banyak yang ingin aku lakukan”jawabnya
                Aku ga tau aku harus percaya apa ga dengan kata-katanya,tapi kata-katanya membuatku kefikiran juga.
                Biarpun aku sudah saling bicara dengannya tapi tetap saja aku gatau namanya

                                …………………………….

                Entah kenapa aku jadi kefikiran dengannya,penyakit yang diucapkannya itu yang membuatku selalu kefikiran,LEUKIMIA stadium 4,adalah penyakit yang mematikan karena orang yang menderita penyakit tersebut ga akan bertahan lama atau bisa di bilang umurnya ga akan panjang.
                Melihatnya ada di bangku tempat biasa aku men ghabiskan waktuku, perasaanku sedikit gembira,aku segera menuju bangku tersebut dan duduk di sampingnya
                “hai “dia menyapaku sambil tersenyum,senyumannya begitu manis
“hai juga,uda lama?” tanyaku basa-basi
“ga baru kira-kira 15 menit yang lalu “jawabnya
“ooo…” gumanku,sambil memperhatikan notebooknya,hal yang sama, dia sedang maen game Onet.
                “aku punya banyak game…kamu mau?” tanyaku
Dia menggeleng “ga…aku lebih suka ini”
                “sorry kalau beberapa kali aku perhatikan apa y ang kamu lakukan,memang ga bosan maen game itu terus,internetan lebih asyik”
                Diamenoleh kearahku “aku ga ingin tau apapun”ujarnya kembali ke notebooknya
                “kenapa?” tanyaku yang begitu penasaran dengan ucapannya
                “umurku hanya tinggal beberapa bulan lagi jadi untuk apa aku tau”jawabnya
                “kamu yakin umurmu tinggal beberapa bulan lagi?” tanyaku dia terdiam,tapi dia bukan terdiam gara-gara pertanyaaanku,sepertinya dia sedang menahan rasa sakit,darah kembali keluar dari hidungnya,menetes di atas laptopnya,dia menyekanya dengan tangannya,membuat tangannya merah karena darahnya
                “pakai ini “aku mengulurkan sweterku,dia menatapku
                “ambil ga..pa..pa “ujarku lagi memberikan ke tangannya
                “aku kira hari ini dia ga akan keluar lagi “ujarnya mengelap darahnya yang terus-terusan keluar dari hidungnya
                “memangnya selalu seperti itu?”
                “iya tapi ga sesering ini “jawabnya
                “minum Obat ?” tanyaku lagi
Dia tersenyum “obat hanya menghilangkan rasa sakit “jawabnya,masih banyak yang ingin aku tanyakan tapi hapenya berdering,seseorang menelponnya dan setelah itu dia pergi dengan janji akan mengembalikan sweterku.



                Suasana sore yang sama di sekitar UNHAS ga pernah sepi dengan mahasiswa yang asyik menghabiskan sorenya di sekitar kampus,ada yang main bola,futsal,basket,karate dan sebagian menghabiskan waktu internetan salah satunya aku,sudah hampir 2 jam aku duduk di tempat yang sama dan di bangku yang sama,seperti biasa aku mencari tutorial untuk di jadikan bahan-bahan pelajaran baruku.
                Selain itu aku sedang menunggu gadis yang beberapa hari ini bersamaku duduk di bangku,entah bagaimana aku menyebutnya karena aku juga belum mengetahui namanya begitu pun dia,walaupun kita sudah saling berbicara tapi kami berdua ga pernah namanya saling mengenalkan diri.
                Aku menunggunya karena dia janji akan mengembalikan Sweterku,tapi sudah dua jam aku juga belum melihatnya,ada perasaan kuatir di hatiku,kemarin dia begitu kelihatan menderita,apa dia baik-baik aja? itu pertanyaan yang selalu timbul jika aku ga melihatnya datang dan duduk di bangku dengan laptop di tangannya.
                Sudah magrib sepertinya dia memang ga akan datang,begitupun hari-hari berikutnya dia ga juga datang,dan aku pun terus-terusan bertanya apa yang terjadi dengannya,apa dia baik-baik aja,ingin menanyakan keadaannya tapi aku sama sekali ga tau harus menanyakan kemana bahkan namanya pun aku sama sekali ga tau,yang aku tau dia hanya seorang gadis cantik  yang menderita penyakit leukimia..
                Entah kenapa aku setiap saat memikirkannya,apa aku jatuh cinta atau aku hanya  kasihan kepadanya???
                ………………………………..
                Saat tengah asyik mendonwload lagu,seorang cowok datang menghampiriku,dan duduk disampingku “apa kita kenal yang namannya Oby?” tanyanya padaku “
                “Oby? ”gumanku mencoba mengingat akan nama tersebut,tapi rasanya ga ada temanku yang bernama Oby. “Oby siapa?”tanyaku balik
                “cewek yang meminjam swetermu”ujarnya padaku sambil mengulurkan sweter yang dari tadi di peganggnya,aku kurang menperhatikannya kalau ternyata sweter yang dari tadi di pegannya itu adalah sweterku
                Aku mengambil sweter tersebut “bagaimana keadaannya?”tanyaku
                “dia baik-baik aja….,sekarang dia lagi pulang ke jakarta, dia bilang makasih buat sweternya”ujarnya padaku,lalu dia pergi
                Sebenarnya aku masih ingin banyak bertanya tentang gadis yang ternyata namannya adalah Oby,nama yang lucu,ternyata dia uda baikan dan aku sedikit lega mendengarnya,tapi entah kenapa ada perasaan kuatir yang terbesit di perasaanku mungkin hanya perasaanku saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar